Kepemimpinan Gembala Jemaat Menurut 2 Timotius 4:1-5
Main Article Content
Abstract
Abstract: In today's increasingly complex culture, every institution undergoes changes, and spiritual institutions such as churches are not immune to these changes. The church undergoes a change in its role and context. There is confusion about what a church leader, the pastor of the congregation, should do. There is confusion about how a pastor of the church administers his leadership. This paper aims to describe how leadership in the church should be viewed from a biblical perspective, especially according to 2 Timothy 4:1-5. The author uses a library approach and presents it descriptively. To analyze the text of 2 Timothy 4:1-5, the writer uses the critical historical interpretation method to find the concept of leadership of a church pastor. It was found that the leadership concept of a church pastor is, first: the pastor is a divine appointment and favor; second is that the shepherd must obey in preaching the word; the third is that the pastor of the church must have the courage to state his faults; fourth is the courage to rebuke and advise; fifth is the pastor of the church must be able to control himself in all things; the sixth is that the pastor of the church is required to suffer patiently for the sake of preaching the gospel; the seventh is to be faithful in preaching the gospel; Finally, the pastor of the church needs to complete the ministry task completely. This leadership model is expected to be a material for reflection and learning for leaders in the local church regardless of the church organization.
Keywords: Historical Critical, Local Church, Leadership, Pastor.
Abstrak: Dalam budaya zaman sekarang yang semakin kompleks, setiap lembaga mengalami perubahan, dan lembaga rohani seperti gereja pun tidak kebal terhadap perubahan tersebut. Gereja mengalami perubahan dalam peran dan konteksnya. Ada kebingungan tentang apa yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin gereja, yaitu gembala jemaat. Ada kebingungan tentang bagaimana seorang gembala jemaat menyelenggarakan kepemimpinannya. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana semestinya kepemimpinan di gereja dipandang dari perspektif Alkitab khususnya menurut 2 Timotius 4:1-5. Penulis menggunakan pendekatan kepustakaan dan menyajikannya secara deskriptif. Untuk menganalisis teks 2 Timotius 4:1-5, penulis menggunakan metode tafsir historis kritis guna menemukan konsep kepemimpinan seorang gembala jemaat. Ditemukan konsep kepemimpinan seorang gembala jemaat adalah, pertama: gembala jemaat adalah penunjukan dan perkenanan ilahi; kedua adalah gembala harus taat memberitakan firman; ketiga adalah gembala jemaat harus berani menyatakan kesalahan; keempat adalah berani menegur dan menasihati; kelima adalah gembala jemaat harus dapat menguasai diri dalam segala hal; keenam adalah gembala jemaat dituntut sabar menderita demi pemberitaan Injil; ketujuh adalah harus setia memberitakan Injil; terakhir adalah gembala jemaat perlu menyelesaikan tugas pelayanan secara tuntas. Model kepemimpinan ini diharapkan menjadi bahan refleksi dan pembelajaran bagi para pemimpin di gereja lokal apa pun organisasi gerejanya..
Kata-kata Kunci: Gembala jemaat, Gereja Lokal, Historis Kritis, Kepemimpinan
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Bambangan, Malik Darius. “Gembala Sidang Sebagai Pengajar Dalam Timotius Dan Titus.” Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi 1, no. 1 (July 14, 2020): 18–36. https://doi.org/10.47457/phr.v1i1.4.
Barclay, William. Pemahaman Alkitab Setiap Hari Surat I Dan II Timotius, Titus, Dan Filemon. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2001.
Budiman, R. Tafsiran Alkitab Surat-Surat Pastoral I & II Timotius Dan Titus. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.
Cowles, Robert. Gembala Sidang. Bandung: Kalam Hidup, 2000.
Crider, Seth Masweli dan Donald. Gembala Sidang Dan Pelayanannya. Bandung: Kalam Hidup, 2002.
Dapot Tua Simanjuntak; Joseph Christ Santo. “Kepemimpinan Gembala Sidang Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Jemaat: Sebuah Refleksi 1 Petrus 5.” Jurnal Paria 6, no. 1 (2019): 66–76.
Djadi, Yanda Kosta; Jermia. “PERANAN GEMBALA SEBAGAI PEMIMPIN DALAM PERSPEKTIF I PETRUS 5:1-4 DAN RELEVANSINYA PADA MASA KINI.” Jurnal Jaffray 9, no. 2 (2011): 172–200. https://ojs.sttjaffray.ac.id/JJV71/article/view/100.
Dunnett, Walter M. Pengantar Perjanjian Baru. Malang: Gandum Mas, 1994.
Halim, Makmur. Gereja Di Tengah-Tengah Perubahan Gereja. Malang: Gandum Mas, 2000.
Holladay, John H. Hayes & R. Pedoman Penafsiran Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2017.
Jefferson, Charles. Pejabat Gereja Sebagai Gembala Sidang. Nederland: Indonesie Zending Nieuwendam, n.d.
Jr, Barclay M. Newman. Kamus Yunani – Indonesia Untuk Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1994.
Laia, Kejar Hidup. “Memahami Tugas Utama Hamba Tuhan Berdasarkan Surat II Timotius 4:1-5 Dan Aplikasinya Pada Masa Kini.” Jurnal Teologi Berita Hidup 2, no. 2 (March 31, 2020): 110–27. https://doi.org/10.38189/jtbh.v2i2.35.
Ngendam Sembiring. “Mengatasi Degradasi Moral Melalui Pembinaan Warga Gereja.” Illuminate: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 1, no. 1 (2018): 26–27. https://doi.org/https://doi.org/10.5402/illumi.v1i1.8.
Rice, Howard. Manajemen Umat: Pendeta Sebagai Pengayom, Pemimpin, & Pembina. Bandung: Kalam Hidup, 2006.
Riggs, Ralph M. Gembala Sidang Yang Berhasil. Malang: Gandum Mas, 1996.
Rupa, Calvin Sholla. “CIRI KHAS SEORANG GEMBALA BERDASARKAN PERSPEKTIF 1 PETRUS 5:1-4.” Jurnal Jaffray 14, no. 2 (2016): 165–88.
Siahaan, Harls Evan R. “Aktualisasi Pelayanan Karunia Di Era Digital.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani 1, no. 1 (2017): 23–38. http://www.stttorsina.ac.id/jurnal/index.php/epigraphe%0A.
Stevanus, Kalis. “"Mengimplementasikan Pelayanan Yesus Dalam Konteks Misi Masa Kini Menurut Injil Sinoptik”.” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika 1, no. 2 (2018): 284–98.
———. Ada Penyesat Yang Memplesetkan Injil Dalam Jemaat, Apa Sikap Anda. Yogjakarta: Pustaka Nusatama, 2016.
———. Buku Menyusun Khotbah Yang Dinamis Dan Efektif. Yogjakarta: Andi Offset, 2017.
———. “Karya Kristus Sebagai Dasar Penginjilan Di Dunia Non-Kristen.” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika 3, no. 1 (June 15, 2020): 1–19. https://doi.org/10.34081/fidei.v3i1.119.
———. “Rekonstruksi Paradigma Dan Implementasi Misi Gereja Di Indonesia Masa Kini.” Jurnal EFATA: Jurnal Teologi Dan Pelayanan 7, no. 2 (2021): 105–15. https://e-journal.sttiman.ac.id/index.php/efata.
———. “Relasi Akal Budi Dan Iman Dalam Apologetika Dan Pewartaan Injil.” DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 6, no. 1 (October 20, 2021): 87–105. https://doi.org/10.30648/dun.v6i1.442.
———. “Relevansi Supremasi Kristus Bagi Pemberitaan Injil Di Indonesia.” KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen 2, no. 1 (June 22, 2021): 32–46. https://doi.org/10.34307/kamasean.v2i1.51.
Stott, John R. W. Pemahaman Dan Penerapan Amanat Alkitab Masa Kini II Timotius. Jakarta: Bina kasih/OMF, 2003.
Tenney, Merrill C. Survei Perjanjian Baru. Malang: Gandum Mas, 2000.
Tidball, Derek J. Teologi Penggembalaan. Malang: Gandum mas, 1998.
Utley, Bob. Perjalanan Penginjilan Paulus Ke-4: I Timotius, Titus Dan II Timotius, 2013.
Warsono, Agustinus Tri Edy. “KRISIS SEXUAL ABUSE DI USA DAN PEMBELAJARAN BAGI GEREJA INDONESIA.” Lumen Veritatis: Jurnal Filsafat Dan Teologi 10, no. 2 (April 1, 2020): 165–80. https://doi.org/10.30822/lumenveritatis.v10i2.476.
Yunianto, Kalis Stevanus; “Misi Gereja Dalam Realitas Sosial Indonesia Masa Kini.” HARVESTER: Jurnal Teologi Dan Kepemimpinan Kristen vol.6, no. 1 (2021): 55–67. https://doi.org/https://doi.org/10.52104/harvester.v6i1.61.