Analisis Konsep Kepemimpinan Gembala Berdasarkan Injil Yohanes 10:1-18 dan Implikasinya Terhadap Tanggungjawab Pendeta Gereja
Main Article Content
Abstract
Abstract: The reality in the realm of Church Pastor leadership at this time, what is happening is that there is still a lack of understanding of the values of their vocation as leaders of the congregation, so actualization is still very limited and there is a lack of commitment. In responding to this problem, the transformation process is very necessary for Pastors who are leaders in the congregation how to really explore the call from God as told in the Gospel of John 10:1-18. Therefore, this paper aims to understand how the concept of Shepherd leadership based on the Gospel of John 10:1-18 relates to the responsibilities of the church Pastor as a leader in the congregation. The research method used in this research is qualitative research. The approach used is descriptive analytic. Furthermore, at the end of this paper it is concluded that the concept of pastoral leadership according to the Gospel of John 10:1-18 is one of the leadership concepts that is urgently needed by today's Pastors in the congregation as a reference and guideline to lead and build congregations to get closer, know and discover peace and prosperous.
Abstrak: Realita dalam ranah kepemimpinan Pendeta Gereja pada saat ini, yang terjadi adalah masih kurangnya pemahaman akan nilai-nilai panggilan mereka sebagai pemimpin warga jemaat, sehingga dalam mengaktualisasikannya masih sangat terbatas. Dalam menanggapi persoalan tersebut, proses transformasi sangatlah perlu dari Pendeta yang adalah pemimpin dalam jemaat bagaimana sesungguhnya mendalami panggilan dari Allah itu. Peneliti mengangkat topik ini yaitu dengan tujuan untuk memahami bagaimana konsep kepemimpinan Gembala berdasarkan injil Yohanes 10:1-18 dan implikasinya terhadap tanggungjawab Pendeta gereja sebagai pemimpin dalam jemaat. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Pada bagian akhir tulisan ini, penulis memberikan kesimpulan bahwa konsep kepemimpinan gembala menurut injil Yohanes 10:1-18 merupakan salah satu konsep kepemimpinan yang sangat dibutuhkan oleh Pendeta untuk diimplikasikan dalam jemaat yaitu sebagai acuan dan pedoman memimpin dan membangun jemaat untuk semakin dekat, mengenal dan menemukan damai sejahtera.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
References
Asih Rachmani Endang Sumiwi.Dkk, Menerapkan Konsep Pelayan Tuhan Perjanjian Baru pada Masa Kini”, Jurnal Teologi dan pelayanan Kristiani. Vol 3, No.2, (2019)
Benijanto, Sugihono. A Call of a Shepherd. Yogyakarta: Andi,2009.
Clinton, J. Robert. Leadership Emergence Theory. Pasadena, Calif: Barnabas, 1989.
Eppang, Paulus. “Pendeta Sebagai Pemimpin Di Era Revolusi Industri 4.0: Perspektif Transformatif Dan Adaptif Kepemimpinan Kristen.” Journal of Religious and Socio-Cultural 3, no. 1 (2022): 31–46. https://graduate.binus.ac.id/2021/03/01/teknologi-digital-sebagai-kunci-utama-pada-era-industri-4-0/.
Hadiwiyata, A.S. Tafsir Injil Yohanes.Yogyakarta: Kanisius,2008.
Hagelberg, Davel. Tafsiran Injil Yohanes (Pasal 6-12). Yogyakarta: Andi, 2001.
Kysar, Robert. Injil Yohanes sebagai Cerita. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2000.
NN, wawancara oleh Penulis, Tana Toraja, Indonesia, 10 Juni 2022.
Riyadi, Eko. Yohanes. Yogyakarta: Kanisius, 2011.
Sudomo. Ciri Utama Kepemimpinan Sejati. Yogyakarta: Andi, 2005.
Sugihono, Benijanto. A Call OF A Shepherd. Yogyakarta: Andi, 2009.
Tandiasssa, Samuel Kepemimpinan Gereja Lokal. Tangerang Selatan: 2010.
Tambunan, Fernando. “Karakter Kepemimpinan Kristen Sebagai Jawaban Terhadap Krisis Kepemimpinan Masa Kini.” Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 1, no. 1 (2018): 81–104.