Sikap Gereja Terhadap Partisipasi Politik dan Relevansinya Bagi Gereja Toraja Mamasa Jemaat Sapankale

Main Article Content

Alvary Exan Rerung
Juliati Attu

Abstract

Abstract: This research talks about the high number of unhealthy politics when holding democratic parties in Indonesia. Money politics to the practice of bringing each other down, is still often carried out when democratic parties take place. As a result of this unhealthy politics, it eventually led to disharmony problems that led to divisions in society. This reality occurs in the Toraja Mamasa Church of the Sapankale Congregation. Based on the data obtained through preliminary observations and interviews, the fact that political practices are unhealthy occurs because the church seems passive and does not take action. This is because the church also does not know how to act towards the ongoing political participation. This paper aims to provide an understanding of the Church's attitude towards political participation which is good and right, so that the church can actively express its prophetic voice by participating in politics. Departing from that problem, using qualitative methods, interviews, and literature, the results of this study provide an understanding that politics has good goals and becomes bad if it is no longer oriented to the interests of society. That is why the Church must present itself as a good example in its participation in political dynamics. This will help church members participate in political activities, so as not to cause problems of disharmony and division. Keywords: Church, politics, Sapankale Congregation, disunity     






This work is licensed under a Creative Commons Attribution- -ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0)






Abstrak: Penelitian ini berbicara tentang tingginya angka politik tidak sehat ketika mengadakan pesta demokrasi di Indonesia. Politik uang hingga praktik saling menjatuhkan, masih sering dilakukan ketika pesta demokrasi berlangsung. Akibat dari politik tidak sehat tersebut, akhirnya menimbulkan masalah disharmoni hingga terjadi perpecahan dalam masyarakat. Realitas ini terjadi di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Sapankale. Berdasarkan data yang didapatkan melalui hasil observasi awal dan wawancara, fakta bahwa praktik berpolitik tidak sehat terjadi karena gereja terkesan pasif dan tidak melakukan tindakan. Hal itu dikarenakan gereja juga tidak tahu bagaimana seharusnya bersikap terhadap partisipasi politik yang berlangsung. Tulisan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang sikap Gereja terhadap partisipasi politik yang baik dan benar, agar gereja bisa secara aktif menyatakan suara kenabiannya dengan ikut berpartisipasi dalam bidang politik. Berangkat dari masalah itu, dengan menggunakan metode kualitatif, wawancara, dan studi pustaka, hasil penelitian ini memberikan pemahaman bahwa politik itu memiliki tujuan yang baik dan menjadi tidak baik jika tidak lagi berorientasi pada kepentingan masyarakat. Itulah sebabnya, Gereja harus memunculkan dirinya sebagai contoh yang baik dalam partisipasinya terhadap dinamika politik. Hal ini akan membantu warga gereja dalam berpartisipasi terhadap kegiatan berpolitik, agar tidak menimbulkan masalah disharmoni hingga perpecahan.


 


Kata Kunci: Gereja, Politik, Jemaat Sapankale, Perpecahan

Article Details

How to Cite
Rerung, A. E., & Attu, J. . (2023). Sikap Gereja Terhadap Partisipasi Politik dan Relevansinya Bagi Gereja Toraja Mamasa Jemaat Sapankale. KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen Dan Pemberdayaan Jemaat, 4(1), 1–17. https://doi.org/10.34307/kinaa.v4i1.48
Section
Articles
Author Biographies

Alvary Exan Rerung, Sekolah Tinggi Theologia Intim Makassar

 

 

Juliati Attu, Institut Agama Kristen Negeri Toraja

 

 

References

Alfaqi, Mifdal Zusron. “Memahami Indonesia Melalui Perspektif Nasionalisme, Politik Identitas, Serta Solidaritas.” Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan 28, No. 2 (2016).

Aristoteles. Politik. Yogyakarta: Narasi, 2017.

Berkhof, Louis. Teologi Sistematika Doktrin Gereja. Surabaya: Momentum, 2017.

Boland, G.C. Van Niftrik dan B.J. Dogmatika Masa Kini. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2016.

Corbin, Anselm Straus & Juliet. Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif Tatalangkah Dan Teknik-Teknik Teoritisasi Data. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.

Dani, Rahiman. Dasar-Dasar Ilmu Politik Teori Dan Aplikasi. Bandung: Penerbit Media Sains Indonesia, 2021.

Fakhruzy, Agung. “Mendobrak Kedaulatan Rakyat Dalam Dandera Partai Politik.” Jurnal Politikom Indonesiana 5, No. 1 (2020).

Fransiska, Ni Nyoman. “Entitas Gereja Dalam Berpolitik Di Indonesia (Tinjauan Sudut Etika Kristen).” Voice Of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama 2, No. 1 (2018).

Hadi, Abdul. “Posisi Wanita Dalam Sistem Politik Islam Perspektif Fenomelogi.” An Nisa’a 12, No. 1 (2017).

Lugo, Gunce. Manifesto Politik Yesus. Yogyakarta: ANDI, 2009.

McGrath, Alister E. Sejarah Pemikiran Reformasi. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2019.

Ming, David. “Peranan Gereja Dalam Sistem Pemerintahan Yang Baik Di Indonesia.” JURNAL KADESI: Jurnal Teologi dan Pendiidkan Agama Kristen 1. No. 1 (2021).

Namang, Raimundus Bulet. “Negara Dan Warga Negara Perspektif Aristoteles.” JIDS: Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial 4, No. 2 (2020).

Ngelow, Zakaria J. Teks Dan Konteks Yang Tiada Bertepi. Yogyakarta: Pustaka Muria, 2012.

———. “Turut Membina Indonesia Sebagai Rumah Bersama - Peran Gereja Dalam Politik Di Indonesia.” Jurnal Jaffray 12, No. 2 (2014).

Purwoto, Paulus. “Tinjauan Teologis Tentang Gereja Sejati Dan Aplikasinya Bagi Pelayanan Gereja Kontemporer.” SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 1, No. 1 (2020).

Rosyidin, Mohamad. “Integrasi Struktur Dan Unit: Teori Politik Luar Negeri Dalam Perspektif Realisme Neoklasik.” Global: Jurnal Politik Internasional 10, No. 2 (2010).

Santo, Dapot Tua Simanjuntak dan Joseph Christ. “Pengaruh Keteladanan Hidup Gembala Sidang Terhadap Pertumbuhan Gereja.” Kharismata: Jurnal Teologi Pentakosta 2, No. 1 (2019).

Simamora, Adolf Bastian. “Politik Menurut Alkitab Dan Implikasinya Bagi Peran Gereja Dalam Pusaran Politik Di Indonesia.” Voice Of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama 2, No. 1 (2018).

Simon, John Christianto. “Resensi Buku: Meniadakan Atau Merangkul? Pergulatan Teologis Protestan Dengan Islam Politik Di Indonesia.” Gema Teologi 37, No. 1 (2013).

Singgih, Emanuel Gerrit. Iman Dan Politik Dalam Era Reformasi Di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2000.

Siregar, Khoiruddin Manahan. “Integrasi Politik Hukum Terhadap Tindak Pidana Pemberitaan Palsu (Hoax) Di Indonesia.” Fitrah: Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman 4, No. 2 (2018).

Telaumbanua, Arozatulo. “Peran Gembala Sidang Sebagai Pendidik Dalam Pertumbuhan Rohani Jemaat.” FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 2, No. 2 (2019).

Wahyu, Abu Bakar dan Muh. “Gereja Dan Partisipasi Politik.” Vox Populi 5, No. 1 (2022).

Zaluchu, Sonny Eli. “Strategi Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Di Dalam Penelitian Agama.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 4, No. 1 (2020).