Kepemimpinan Perempuan dalam Jemaat GPM Porto Saparua: Analisis Ketimpangan Gender dari Perspektif Teologis dan Budaya

Main Article Content

Maxsi Tupamahu

Abstract

Ketidaksetaraan gender dalam kepemimpinan perempuan di jemaat GPM Porto dipengaruhi oleh interpretasi teologis yang konservatif, sistem patriarki, dan budaya sosial yang meminggirkan perempuan. Meskipun ada pengakuan resmi terhadap perempuan dalam pelayanan gerejawi, laki-laki terus memegang peran yang berpengaruh. Hambatan struktural, budaya, dan psikologis yang menghalangi perempuan untuk melayani dalam peran kepemimpinan gereja diidentifikasi dalam penelitian ini dengan menggunakan metodologi kualitatif berbasis kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya dukungan teologis dan struktural bagi para pemimpin perempuan, serta pembacaan literal dari teks-teks Alkitab yang bias gender, telah melanggengkan kesenjangan ini. Namun, para pendeta perempuan yang telah berhasil mengatasi hambatan-hambatan ini menunjukkan gaya kepemimpinan transformatif yang partisipatif, kolaboratif, dan berempati. Untuk mencapai kesetaraan kepemimpinan dalam tubuh gereja, penelitian ini menyarankan tindakan afirmatif, pendidikan yang peka terhadap gender, dan reformasi teologis, dan inilah yang menjadi tujuan penulisan dari tulisan ini. Akibatnya, gereja menghadapi masalah untuk berkembang menjadi komunitas iman yang inklusif, adil, dan peka terhadap dinamika sosial dunia modern.

 

Article Details

How to Cite
Tupamahu, M. (2025). Kepemimpinan Perempuan dalam Jemaat GPM Porto Saparua: Analisis Ketimpangan Gender dari Perspektif Teologis dan Budaya . KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen Dan Pemberdayaan Jemaat, 6(2), 99–112. https://doi.org/10.34307/kinaa.v6i2.202
Section
Articles

References

Abisha, Cato Lemmuel, and Milton Pardosi. “PANDANGAN ALKITAB MENGENAI PERAN PEREMPUAN DALAM GEREJA: ANALISIS KATA Authentein DALAM TEKS 1 TIMOTIUS 2:12.” Ezra Science Bulletin 2, no. 1A (2024): 46–54.

Ashari, Nada Ayu, Trias Setyowati, and Wenny Murtalining Tyas. “Pengaruh Lingkungan Kerja, Budaya Kerja, Dan Kedisiplinan Kerja, Terhadap Kinerja Karyawan Perempuan Universitas Muhammadiyah Jember (UNMUH Jember).” Journal of Advances in Accounting, Economics, and Management 1, no. 1 (2023): 1–12.

Bu’ulolo, Sedihati, and Riste Tioma. “Kepemimpinan Wanita Kristen: Pengaruh Dan Tantangan Dalam Konteks Gereja Modern.” Coram Mundo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 5, no. 1 (2023): 181–199.

Fiorenza, Elisabeth Schüssler. Bread Not Stone. Beacon, 1984.

Giddens, A. The Constitution of Society: Outline of the Theory of Structuration. 1st ed. California: University of California Press, 1984.

Hasudungan, Anju Nofarof, Sariyatun Sariyatun, and Hermanu Joebagio. “Pengarusutamaan Pendidikan Perdamaian Berbasis Kearifan Lokal Pela Gandong Pasca Rekonsiliasi Konflik Ambon Di Sekolah.” Jurnal Lektur Keagamaan 17, no. 2 (2020): 409–430.

Kalintabu, Heliyanti. “KAJIAN TEOLOGIS TENTANG PEREMPUAN DAN PERANANNYA DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN GEREJA.” Jurnal Shanan 4, no. 1 (2020): 57–72. http://ejournal.uki.ac.id/index.php/shan/article/download/1768/1354.

Kwok, Pui-lan. Postcolonial Imagination and Feminist Theology. Westminster John Knox Press, 2005.

Lolo, Irene Umbu. “Liturgi Sebagai Aksi Solidaritas Terhadap Kaum Marginal: Sebuah Diskursus Teologis Berbasis Pengalaman Perempuan Di Sumba.” Kurios 8, no. 2 (2022): 204–205.

Lopulalan, Joesph Elliza. “Perempuan, Gender, Dan Gereja: Studi Tentang Diskriminasi Gender Terhadap Perempuan Karier Pemdeta Di Gereja Protestan Maluku.” Universitas Gadjah Mada, 2011.

Manopo, Jeny R. Gereja Dan Kesetaraan Gender: Studi Kasus Di Gereja Masehi Injili Di Minahasa (GMIM). Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2018.

Patawala, Michael Willy. “PENGARUH JENDER DALAM LINGKUP PELAYANAN MAJELIS JEMAAT (Studi Kasus Terhadap Kesenjangan Jender Dala