Rumah Singgah Kemah Berkah Sebagai Wadah Penginjilan Dan Penerapan Diakonia Transformatif GKII Di Wilayah Batulicin
Main Article Content
Abstract
Abstract: The study of this paper originated from the author's anxiety about the appropriate method of training church members. The author tries to provide a new perspective in the formation of new members of the congregation in the form of transformative deacons. The author offers another way of evangelizing and developing a deacon, namely, a shelter for camps. The author uses a descriptive approach to narrating the facts in the field. Data is collected, reduced and then analyzed so that conclusions are drawn from the facts found. The result was that the halfway house had become a place to preach the gospel in the interior of Mount Meratus. This tent house is a learning space for children to know Christ. A halfway house is a place for children to be guided with skills and independence in various daily activities to become human beings with integrity. The facts found in the field show that there are still many children who come from Christian families who do not understand life as a good Christian. The halfway house, the blessed tent, is present not only as a place for learning for children but for parents as well—a halfway house to help children attend. Children are invited to help others in need.
Keywords: Halfway House, Evangelism, Transformative Diaconia
Abstrak: Kajian tulisan ini berawal dari kegelisahan penulis mengenai metode yang tepat dalam pembinaan warga jemaat. Penulis berusaha memberi perspektif baru dalam pembinaan warga jemaat yang baru dalam bentuk diakonia transformatif. Penulis menawarkan cara lain dalam penginjilan dan pengembangan diakonia yakni rumah singgah kemah. Penulis menggunakan pendekatan dekrriptif untuk menarasikan fakta yang ada di lapangan. Data dikumpulkan, direduksi kemudian dianalisis sehingga ditarik kesimpulan dari fakta yang ditemukan. Hasil yang ditemukan adalah rumah singgah telah menjadi tempat mewartakan injil di pedalaman gunung Meratus. Rumah kemah ini menjadi ruang belajar anak-anak untuk mengenal Kristus. Rumah singgah adalah tempat anak-anak dibimbing keterampilan, kemandirian dalam berbagai kegiatan sehari-hari dengan tujuan supaya menjadi manusia yang berintegritas. Kenyataan ditemukan di lapangan memperlihatkan bahwa masih bayak anak yang berasal dari keluarga Kristen belum memahami hidup sebagai orang Kristen yang baik. Rumah singgah kemah berkah hadir tidak hanya sebagai wadah belajar anak-anak tetapi orang tua juga. Rumah singgah membantu anak dapat madiri. Anak-anak diajak untuk membantu orang lain dalam kekurangan.
Kata Kunci: Rumah Singgah, Penginjilan, Diakonia Transformatif
Article Details
References
Amiman, Ramona Vera. “Penatalanan Gereja DI Bidang Misi Sebagai Kontribusi Bagi Pelaksanaan Misi Gereja.” Missio Ecclesiae 7, no. 2 (October 2018): 185. https://jurnal.i3batu.ac.id/index.php/me/article/view/85.
Brownlee, Malcolm. Tugas Manusia Dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Theologis Bagi Pekerjaan Orang Kristen Dalam Masyarakat. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004.
Christofides, Peter, and Piet Meiring. “The Rediscovery of the Role of the Laity in the Mission of the Church - with Reference to the Baptist Union of Southern Africa (BUSA).” Verbum et Ecclesia 33, no. 1 (2012): 1–9.
Firman. Analisis Data Dalam Penelitian Kualitatif, 2018. https://www.researchgate.net/publication/328675958_Analisis_Data_dalam_Penelitian_Kualitatif
Gidion. “Efektifitas Kepemimpinan Yang Memberdayakan Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Gereja Di Gereja Jemaat Kristen Indonesia Maranatha Ungaran.” Shiftkey: Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan 8, no. 1 (2018): 16–33.
Gulo, David Martinus, Fransiskus Irwan Widjaja, Daniel Ginting, and Renson Siahaan. “Pelayanan Rumah Singgah Sebagai Media Misi Gereja : Pelayanan Rumah Singgah GBI Tanjung Balai Karimun.” Real Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kirsten 4, no. 1 (2019): 102–109.
Hannas, and Rinawaty. “Menerapkan Model Penginjilan Pada Masa Kini.” Kurios: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 5, no. 2 (October 31, 2019): 175-189. https://sttpb.ac.id/e-journal/index.php/kurios/article/view/118.
Hehanussa, Jozef M. N. “Pelayanan Diakonia Yang Transformatif: Tuntutan Atau Tantangan.” Gema Teologi 36, no. 1 (April 2012): 127–138. https://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/gema/article/download/139/130/.
Kim, Kirsteen. “Together towards Life and the Mission Studies Curriculum.” International Review of Mission 104, no. 1 (April 1, 2015): 98–117. http://doi.wiley.com/10.1111/irom.12081.
Kristensen, Mathilde Skov, Jan Arvidsen, Karsten Elmose-Østerlund, and Evald Bundgård Iversen. “Motives for Shelter Camping. A Survey-Study on Motivational Differences across Group Composition and Experience Level.” Journal of Outdoor Recreation and Tourism 33 (March 1, 2021)100333: 1-9. https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S2213078020300578.
Mulyadi, Mohammad. “Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Serta Pemikiran Dasar Menggabungkannya.” Jurnal Studi Komunikasi Dan Media 15, no. 1 (2011): 127–138. http://jurnal.kominfo.go.id/index.php/jskm/article/download/52/49.
Munthe, Eben. “Mengoptimalkan Karunia Dalam Jemaat Untuk Melakukan Misi Amanat Agung Di Era 4.0.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 3 (2019): 133-141.
Nababan, Tongam. “Increasing Economic Welfare of Church Congregation: A Concept of Empowerment.” Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan (JESP) 9, no. 1 (2017): 113–121.
Ngelow, Zakaria J. “Turut Membina Indonesia Sebagai Rumah Bersama - Peran Gereja Dalam Politik Di Indonesia.” Jurnal Jaffray 12, no. 2 (2014): 214–284.
Novitripena. Wawancara Oleh Penulis 3 Agustus, 2019.
Panuntun, Daniel Fajar, and Eunike Paramita. “Kaderisasi Pemimpin Melalui Pemuridan Kontekstual Sebagai Jawaban Dari Krisis Keteladanan Kepemimpinan.” Kinaa: Junral Kepemimpinan kristen dan Pemberdayaan Jemaat 1, no. 1 (2020): 1–15. http://kinaa.iakn-toraja.ac.id/index.php/ojsdatakinaa/article/view/1.
Pillay, Jerry. “The Church as a Transformation and Change Agent.” HTS Teologiese Studies / Theological Studies 73, no. 3 (May 22, 2017): 1–12.
Putra, Fikriryandi, Dessy Hasanah, and Eva Nuriyah. “Pemberdayaan Anak Jalanan Di Rumah Singgah.” Share : Social Work Journal 5, no. 1 (July 27, 2015): 5–6. Accessed October 19, 2020. http://journal.unpad.ac.id/share/article/view/13118.
Ratie, Mega. Wawancara Oleh Penulis 3 Agustus, 2019.
Salvalai, Graziano, Marco Imperadori, Federico Lumina, Elisa Mutti, and Ilaria Polese. “Architecture for Refugees, Resilience Shelter Project: A Case Study Using Recycled Skis.” In Procedia Engineering, 180:1110–1120. Elsevier Ltd, 2017.
Santi, Cosmin. “Vocation and Spiritual Qualities of Priest, Canon Condition for the Effective Pastoral Missionary.” Teologia 61 (2014): 138–156.
Silalahi, Junior Natan. “Paulus Sang Entrepreneur: Pembuat Tenda Sebagai Jembatan Penginjilan.” Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen 1, no. 1 (2019): 1–18.
Simanjuntak, Junihot M. “Belajar Sebagai Identitas Dan Tugas Gereja.” Jurnal Jaffray 16, no. 1 (March 17, 2018): 1-24.
Sinaga, Darlin Elfri. “Pengaruh Implementasi Tugas Panggilan Gereja Terhadap Pertumbuhan Iman Warga Jemaat Antardenominasi Di Kota Pematangsiantar Tahun 2020.” Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara 8, no. 2 (October 9, 2020): 61-69. http://jurnalstftsunus.ac.id/index.php/stft/article/view/49/49.
Susanto, Herry. “Gereja Sebagai Umat Allah Dan Rekan Negara.” Jurnal Jaffray 17, no. 1 (April 2, 2019): 127-138. http://ojs.sttjaffray.ac.id/index.php/JJV71/index.
Wangyu. Wawancara Oleh Penulis 31 Juli, 2019.
Widyatmadja, Yosef Purnama. Yesus Dan Wong Cilik: Praksis Diakonia Transformatif Dan Teologi Rakyat Di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010.
Wijaya, Hengki. Analisis Data Kualitatif Ilmu Pendidikan Teologi. Makassar: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar, 2018.
Zaluchu, Sonny Eli. “Strategi Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Di Dalam Penelitian Agama.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 4, no. 1 (January 31, 2020): 28-38. https://journal.sttsimpson.ac.id/index.php/EJTI/article/view/167.